5–0 yang Bermakna: Ketika Sepak Bola Menjadi Bahasa Penghormatan



 

Sejak tahun 2019, Como 1907 resmi berada di bawah kepemilikan SENT Entertainment, bagian dari Grup Djarum milik keluarga Hartono—Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono. Sejak saat itu, klub ini tidak hanya berkembang secara profesional, tetapi juga membawa sentuhan nilai dan identitas yang lebih luas, termasuk keterkaitan emosional dengan Indonesia.



Dalam sebuah laga Serie A antara Como 1907 melawan Pisa SC, terjadi momen yang melampaui sekadar pertandingan sepak bola. Kemenangan telak 5–0 yang diraih Como bukan hanya tentang angka di papan skor, melainkan menjadi simbol penghormatan yang mendalam.


Pada hari itu, stadion di Italia tidak hanya dipenuhi sorak-sorai kemenangan, tetapi juga keheningan penuh makna. Seluruh isi stadion mengheningkan cipta sebagai bentuk penghormatan kepada Michael Bambang Hartono. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa sepak bola bukan semata soal menang atau kalah—melainkan juga tentang rasa hormat, kemanusiaan, dan koneksi lintas bangsa.


Dalam keheningan itu, terjalin sebuah penghormatan dari Italia untuk Indonesia—sebuah gestur yang sederhana, namun sarat makna.


Penulis_Sandy_W




Komentar

Postingan Populer